Selasa, 05 Februari 2013

Perbedaan Work Flow, Usecase, Activity, dan Flow Chart


untuk anak TI/SI sudah tidak asing lagi mendengar kata-kata, work flow, usecase, activity, dan flow chart. apa sih arti itu semua? mari kita jelaskan...
Untuk membuat suatu aplikasi tidak cukup hanya dengan ide lalu langsung menuangkannya begitu saja ke dalam kodingan pemprograman. Semakin kompleks suatu aplikasi yang akan dibuat maka aka semakin sulit mencapai target jika tidak ada design yang bagus dari aplikasi tersebut. Salah satu bagian design apliaksi adalah penggunaan diagram modelling.
Ada banyak diagram modelling yang dapat kita gunakan, salah satu yang cukup populer adalah UML. Namun begitu, tidak semua diagram modelling cocok dengan apa yang akan kita rancang. Saya disini tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu diagram modelling atau UML, untuk bahan pembelajaran UML silakan klik link ini. Di artikel ini akan saya jelaskan apa yang dapat kita lakukan untuk menggambarkan suatu proses yang terjadi dalam sistem dengan menggunakan 4 diagram dibawah ini:
  1. Work Flow Diagram
  2. Use Case Diagram
  3. Activity Diagram
  4. Flow Chart
Pertama-tama mari kita mulai dari studi kasus, kita ambil contoh sebuah perusahaan sedang ingin membuat aplikasi pembukuan keuangan perusahaan. Sebelum adanya aplikasi, proses pembukuan masih manual, lihat gambar dibawah untuk lebih jelasnya:workflow_old
Sistem yang lama membutuhkan proses yang memakan waktu dari tahap pengumpulan data hingga hasil pembukan sampai ke manager. Lalu setelah beberapa pertimbangan diputuskan oleh internal perusahaan, sistem yang lama akan diubah menjadi menggunakan program untuk membantu pembukuan. Alur sistem pembukuan yang baru menjadi:workflow_new
Pada sistem yang baru, proses pembukuan keuangan perusahaan dapat dipersingkat dan tidak dibutuhkan banyak SDM untuk melakukan proses pembukuan. Akuntan hanya perlu mengakses database dengan menggunakan program yang telah dibuat, program pembukuan akan secara otomatis membuat laporan pembukuan dari input akuntan sehingga manager dapat langsung melihat hasil pembukuan tanpa waktu lama. Setelah alur kerja sistem yang baru telah didefinisikan dengan jelas, sekarang kita bisa menentukan fungsi apa saja yang terdapat pada program pembukuan yang akan dibuat. Disinilah Use Case diagram digunakan, lihatlah contoh dibawah:use_case
Dari Use Case diagram di atas, bisa kita lihat bahwa program pembukuan yang akan dibuat memiliki fitur input data keuangan, ubah data keuangan, hapus data keuangan, dan buat pembukuan. Dengan dibuatnya diagram ini kita sekarang memilki gambaran jelas mengenai bisa apa program yang akan dibuat nanti sehingga mempermudah kita dalam mengingat fungsi yang ada pada program. Sekarang untuk memperjelas proses bisnis yang ada pada sisem pembukuan yang baru, kita bisa membuat activity diagram dari salah satu fungsi program yang telah dijabarkan di diagram Use Case, di sini diambil fungsi pembukuan karena fungsi tersebut memiliki proses bisnis. lihatlah gambar di bawah ini:activity
Activity diagram di atas telah memberikan gambaran kepada kita bagaiman program harus bekerja ketika fungsi pembukuan dilaksanakan. Sekarang dari activity diagram di atas, kita buat flowchart-nya yang dijadikan landasan untuk kodingan pemprograman dari proses pembukuan.
flowchart
Diagram flowchart di atas, menggambarkan alur kerja fitur dari program  pembukuan yang akan pada tingkatan hampir menuju kodingan pemprograman.
Dari penggunaan 4 diagram di atas, sekarang kita bisa melihat kesinambungan antara keempat diagram tersebut, secara garis besar fungsi dari keempat diagram tersebut jika dirangkai menjadi satu kesatuan adalah:
  1. Work Flow Diagram, untuk menggambarkan alur kerja aplikasi yang akan dibuat pada tingkatan paling umum yang dapat dijadikan sebagai landasan pembuatan diagram pada tingkatan yang lebih khusus
  2. Use Case Diagram, untuk menggambarkan fungsi apa saja yang ada pada aplikasi sehingga nanti mempermudah kita dalam mengingat fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut dan sebagai landasan pada diagram activity
  3. Activity Diagram, untuk menggambarkan alur kerja aplikasi secara lebih mendetail namun masih pada tingkatan umum, diagram ini lebih digunakan untuk menjelaskan proses bisnis dari aplikasi
  4. Flow Chart, untuk menggambarkan alur kerja aplikasi secara lebih mendetail dan berada pada tingkatan teknis sehingga dapat digunakan untuk membantu konstruksi aplikasi
Perlu dicatat bahwa penggunaan diagram dalam menggambarkan suatu proses pada aplikasi tidak mesti hanya 4 jenis seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini, banyak tersedia jenis diagram dan anda juga dapat membuat diagram anda sendiri selama ada aturan jelas dalam penggambaran diagramnya. Anda juga bisa mengganti salah satu dari keempat diagram yang dijelaskan di artikel ini seperti menggantikan activity diagram dengan statechart diagram, kedua diagram tersebut mempunyai fungsi yang sama namun berbeda dalam cara penampilan diagram.
Kombinasi dari keempat diagram yang saya jelaskan di sini merupakan salah satu kombinasi diagram yang saya rasa dapat memberikan gambaran jelas alur kerja aplikasi dan mudah untuk dimengerti. Selamat bersenang ria dengan UML dan diagram lainnya, hehe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar